Senin, 07 Maret 2016

Ini Dia 10 Tempat Cocok untuk Menyendiri di Jateng-DIY


Menyendiri adalah solusi. Kalimat itu tentunya kerap anda jadikan senjata ketika anda tak lagi merasa ada seorang pun yang anda anggap bisa meredakan peliknya masalah yang anda alami.

Menurut salah seorang tokoh psikologi Carl Jung, aktivitas menyendiri ini adalah salah satu upaya yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan masalahnya. Tentu saja, dengan menyelami dan menjelajahi pikirannya sendiri untuk mencari sebuah solusi.
Terkait hal ini, American Journal of Pschiatry pernah menulis bahwa ada lebih banyak darah yang bisa mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang yang tengah menyendiri. Bagian inilah yang berperan penting dalam hal pengolahan inti, salah satunya untuk merencanakan sesuatu dan pemecahan masalah.

Bagi anda yang sedang berada di Jawa Tengah dan DIY, berikut ini ada beberapa referensi lokasi yang cocok untuk anda manfaatkan untuk menyendiri. Pemandangan alam yang hijau nan asri, suasana hening yang jauh dari keriuhan kota, dan udara sejuk yang belum tersentuh asap pabrik dan kendaraan jelas menjadi semacam healer tersendiri bagi anda.















6. Dieng, Wonosobo


7. Pantai Marina, Semarang

8. Pantai Blendung, Pemalang


9. Pantai Menganti, Kebumen


10. Pantai Pecaron, Kebumen





Ketep Pass

Mengakrabi Gunung Berapi





   Mendaki dua gunung yang menjadi ikon Jawa Tengah, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sudah pernah kami lakoni. Menginjakkan kaki di titik tertinggi keduanya pun sudah beberapa kali kami alami. Tapi kali ini, kami mendadak ingin menikmati lagi dua gunung dari sudut yang lain. Tanpa harus mendaki gigirnya dan menggigil oleh rendah suhunya. 


       Motor kami terus meraung menanjaki jalanan aspal jalanan Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Magelang. Akhirnya, beberapa saat kami pun tiba di depan sebuah bangunan yang tak begitu ramai didatangi orang. 


       “Akhirnya sampai juga,” teriakku pada kawanku yang masih berjuang meraungkan motornya melintasi tanjakan. Gerbang batu melengkung bertuliskan ‘Ketep Pass’ pun menyambut kami.

        
        Setelah membayar tiket masuk seharga Rp3.000 per orang, kami pun segera memarkir sepeda motor di area parkir yang cukup luas. Fasilitas lain di Ketep Pass juga terbilang sudah cukup baik. Selain tempat parkir layak dengan yang sangat layak, sarana ibadah juga disediakan di Ketep Pass yaitu mushola artistik lengkap dengan tempat wudhu yang layak.

       
Ketep Pass
        Tak segera melahap pemandangan dua gunung itu, kami memilih untuk memasuki terlebih dahulu bangunan yang bertuliskan Ketep Volcanoe Center. Untuk memasukinya, kami kembali harus membeli tiket masuk seharga sama dengan tiket masuk ke Ketep Pass, yakni Rp3.000 per orang. Seperti yang kami duga, bangunan itu berisikan all about volcanoe, terutama Gunung Merapi.
 
        Memasukinya, kami disuguhi gambar-gambar tentang kehidupan masyarakat di sekitar Gunung Merapi. Di pusat bangunan, miniatur Gunung Merapi lengkap dengan pemetaan desa dan dusun serta areal rawan luncuran wedhus gembel


        Inventaris di museum itu cukup lengkap. Setidaknya, kami bisa mengetahui sekaligus membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat yang bisa sewaktu-waktu terancam oleh bencana gunung meletus. Tak hanya itu, kami pun juga menyadari betapa besarnya peran gunung berapi terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya.


        Petualangan kegunungapian kami lanjutkan ke Ketep Volcanoe Theatre. Setelah membayar uang Rp7.000 per orang, kami pun langsung disambut suara menggelegar dari dalam bangunan petak itu. Memang, film yang diputar di bioskop mini itu adalah tentang kedashyatan letusan Gunung Merapi. Seorang lelaki menuntun kami memasuki ruangan yang gelap. Setelah menempati kursi yang disediakan, kami pun menikmati adegan demi adegan, gelegar demi gelegar selama 20 menit. 


        Keluar bioskop, tubuh kami mulai disapa sepoi angin yang sejuk menjurus dingin. Terlebih, sinar matahari siang itu tak begitu terik lantaran tertutup mendung dan kabut tipis. Berjalan ke sisi gedung, kami menjajal kursi di sebuah gazebo yang telah tersedia rapi di sana. “Ternyata dari sini, pemandangan lebih jelas, bro,” teriak kawanku yang sudah dulu menuju ke sana.


        Hari itu, kami cukup beruntung. Meski mendung, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat angkuh berdiri tegak di depan kami. Merbabu dengan ‘seribu’ puncaknya dan Merapi dengan kepul asap di celah puncaknya serasa terus memanggil kami. “Tidak. Kali ini saya tak akan menjejakmu,” batinku puitis lantaran terbawa suasana pemandangan alam di depan mata.


        Di bawahnya, hamparan hijau yang entah sawah entah pula ladang berpadu dengan pemukiman masyarakat yang tampak berpetak-petak tak terhitung jumlahnya. Sedang langit yang mendung menciptakan bayangan gelap di hamparan hijau tersebut.


        Lantaran kedatangan kami ke sana sudah terlampau siang, tak ada salahnya jika kami sekalian menunggu senja. Ternyata, penantian kami tak sia-sia. Senja di Ketep Pass ternyata mampu menyajikan pemandangan yang jauh lebih mistis.** 


Daftar Tarif:
- Area dan Museum  : Rp7.500,-/orang (Rp.500,- Asuransi Pengunjung)
- Ketep Volcano Theatre : Rp7.000,-/orang
- Teropong : Rp3.000,-/orang
- Wisata Mancanegara : US $ 3,-/orang (free all facilitas)
- Sepeda Motor : Rp2.000,-/unit
- Parkir Mobil : Rp5.000,-/unit
- Parkir Mini Bus : Rp7.000,-/unit
- Parkir Bus Besar: Rp12.000,-/unit

Rute menuju ke Ketep Pass:
1. Rute yang disarankan, yang bisanya disebut jalur SSB (Solo – Selo – Borobudur). Jika anda melawati Yogyakarta, bisa menuju ke Muntilan, Magelang. Sampai Gulon silakan berbelok ke kanan, lalu menuju Ngadipuro– Senowo–Sawangan–Ketep. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1-2 jam dengan jarak tempuh lebih dari 40km.  Jalur lainnya dari Yogyakarta bisa menuju Mungkid belok kanan ke Pagersari–Gondowangi–Ketep dengan jarak sekitar 50 km yang bisa ditempuh dalam waktu lebih dari 2 jam. 

2. Rute dari arah Solo, silakan untuk menuju Kabupaten Boyolali. Dari Boyolali menju Ketep Pass jaraknya sekitar 35 km bisa ditempuh dalam waktu sekita 45 menit. Rute yang harus dilewati adalah Boyolali–Cepogo–Selo–Musuk–Ketep Pass.

3. Rute dari Semarang, silakan menuju Salatiga. Dari Salatiga menuju Ketep Pass bisa di tempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dengan kecepatan normal berjarak sekitar 50 km melewati Getasan melewati obyek wisata Kopeng–Ngablak–Pakis–Ketep Pass. Jalur ini sangatlah ekstrim dan berkelok kelok seperti jalur Dataran Tinggi Dieng atau Candi Gedong Songo, kewaspadaan dan konsentrasi sangatlah penting bagi pengemudi.