Mengakrabi Gunung Berapi
Mendaki
dua gunung yang menjadi ikon Jawa Tengah, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu
sudah pernah kami lakoni. Menginjakkan kaki di titik tertinggi keduanya pun
sudah beberapa kali kami alami. Tapi
kali ini, kami mendadak ingin menikmati lagi dua gunung dari sudut yang lain.
Tanpa harus mendaki gigirnya dan menggigil oleh rendah suhunya.
Motor
kami terus meraung menanjaki jalanan aspal jalanan Desa Ketep, Kecamatan
Sawangan, Magelang. Akhirnya, beberapa saat kami pun tiba di depan sebuah
bangunan yang tak begitu ramai didatangi orang.
“Akhirnya
sampai juga,” teriakku pada kawanku yang masih berjuang meraungkan motornya
melintasi tanjakan. Gerbang batu melengkung bertuliskan ‘Ketep Pass’ pun
menyambut kami.
Setelah
membayar tiket masuk seharga Rp3.000 per orang, kami pun segera memarkir sepeda
motor di area parkir yang cukup luas. Fasilitas lain di Ketep Pass juga terbilang
sudah cukup baik. Selain tempat parkir layak dengan yang sangat layak, sarana
ibadah juga disediakan di Ketep Pass yaitu mushola artistik lengkap dengan
tempat wudhu yang layak.
 |
| Ketep Pass |
Tak
segera melahap pemandangan dua gunung itu, kami memilih untuk memasuki terlebih
dahulu bangunan yang bertuliskan Ketep Volcanoe Center. Untuk
memasukinya, kami kembali harus membeli tiket masuk seharga sama dengan tiket
masuk ke Ketep Pass, yakni Rp3.000 per orang. Seperti yang kami duga, bangunan
itu berisikan all about volcanoe,
terutama Gunung Merapi.
Memasukinya,
kami disuguhi gambar-gambar tentang kehidupan masyarakat di sekitar Gunung
Merapi. Di pusat bangunan, miniatur Gunung Merapi lengkap dengan pemetaan desa
dan dusun serta areal rawan luncuran wedhus
gembel.
Inventaris
di museum itu cukup lengkap. Setidaknya, kami bisa mengetahui sekaligus
membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat yang bisa sewaktu-waktu terancam
oleh bencana gunung meletus. Tak hanya itu, kami pun juga menyadari betapa
besarnya peran gunung berapi terhadap kehidupan masyarakat sekitarnya.
Petualangan
kegunungapian kami lanjutkan ke Ketep Volcanoe Theatre. Setelah membayar uang
Rp7.000 per orang, kami pun langsung disambut suara menggelegar dari dalam
bangunan petak itu. Memang,
film yang diputar di bioskop mini itu adalah tentang kedashyatan letusan Gunung
Merapi. Seorang lelaki menuntun kami memasuki ruangan yang gelap. Setelah menempati
kursi yang disediakan, kami pun menikmati adegan demi adegan, gelegar demi
gelegar selama 20 menit.
Keluar
bioskop, tubuh kami mulai disapa sepoi angin yang sejuk menjurus dingin. Terlebih,
sinar matahari siang itu tak begitu terik lantaran tertutup mendung dan kabut
tipis. Berjalan ke sisi gedung, kami menjajal kursi di sebuah gazebo yang telah
tersedia rapi di sana. “Ternyata dari sini, pemandangan lebih jelas, bro,”
teriak kawanku yang sudah dulu menuju ke sana.
Hari
itu, kami cukup beruntung. Meski mendung, Gunung Merapi dan Merbabu terlihat
angkuh berdiri tegak di depan kami. Merbabu dengan ‘seribu’ puncaknya dan Merapi
dengan kepul asap di celah puncaknya serasa terus memanggil kami. “Tidak. Kali ini
saya tak akan menjejakmu,” batinku puitis lantaran terbawa suasana pemandangan alam
di depan mata.
Di
bawahnya, hamparan hijau yang entah sawah entah pula ladang berpadu dengan pemukiman
masyarakat yang tampak berpetak-petak tak terhitung jumlahnya. Sedang langit
yang mendung menciptakan bayangan gelap di hamparan hijau tersebut.
Lantaran
kedatangan kami ke sana sudah terlampau siang, tak ada salahnya jika kami sekalian
menunggu senja. Ternyata, penantian kami tak sia-sia. Senja di Ketep Pass
ternyata mampu menyajikan pemandangan yang jauh lebih mistis.**
Daftar Tarif:
- Area dan Museum : Rp7.500,-/orang (Rp.500,- Asuransi Pengunjung)
- Ketep Volcano Theatre : Rp7.000,-/orang
- Teropong : Rp3.000,-/orang
- Wisata Mancanegara : US $ 3,-/orang (free all facilitas)
- Sepeda Motor : Rp2.000,-/unit
- Parkir Mobil : Rp5.000,-/unit
- Parkir Mini Bus : Rp7.000,-/unit
- Parkir Bus Besar: Rp12.000,-/unit
Rute menuju ke Ketep Pass:
1. Rute yang disarankan, yang bisanya disebut jalur SSB (Solo – Selo – Borobudur). Jika anda melawati Yogyakarta, bisa menuju ke Muntilan, Magelang. Sampai Gulon silakan berbelok ke kanan, lalu menuju Ngadipuro– Senowo–Sawangan–Ketep. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1-2 jam dengan jarak tempuh lebih dari 40km. Jalur lainnya dari Yogyakarta bisa menuju Mungkid belok kanan ke Pagersari–Gondowangi–Ketep dengan jarak sekitar 50 km yang bisa ditempuh dalam waktu lebih dari 2 jam.
2. Rute dari arah Solo, silakan untuk menuju Kabupaten Boyolali. Dari Boyolali menju Ketep Pass jaraknya sekitar 35 km bisa ditempuh dalam waktu sekita 45 menit. Rute yang harus dilewati adalah Boyolali–Cepogo–Selo–Musuk–Ketep Pass.
3. Rute dari Semarang, silakan menuju Salatiga. Dari Salatiga menuju Ketep Pass bisa di tempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dengan kecepatan normal berjarak sekitar 50 km melewati Getasan melewati obyek wisata Kopeng–Ngablak–Pakis–Ketep Pass. Jalur ini sangatlah ekstrim dan berkelok kelok seperti jalur Dataran Tinggi Dieng atau Candi Gedong Songo, kewaspadaan dan konsentrasi sangatlah penting bagi pengemudi.