Jumat, 12 Februari 2016

Disapa Surya Pertama




Hari ini, saya sengaja bangun lebih pagi. Jarum jam weker di kamar menunjukkan sekitar pukul 04.30. "Masih ada lah waktu barang setengah jam," pikirku sambil menyeruput secangkir kopi setelah mandi.
Tepat pukul 05.00, aku pun segera menuju garasi. Sambil menunggu mesin motor memanas, kuhabiskan batang terakhir rokokku di pagi ini.

Untuk menuju Kebun Buah Mangunan, perjalanan sungguh tak susah. Dari Jogja, untuk menuju ke sana, tinggal mengikuti jalan utama dan papan arah yang menuliskan 'Bantul'. Kali ini, kuputuskan menyisir Jl.Imogiri Barat.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, aku pun sudah tiba di dasar bukit Mangunan. Papan arah yang bertuliskan 'Kebun Buah Mangunan' sudah mulai terlihat.

Papan arah yang kujadikan patokan kali ini memang tak berlebihan. Pasalnya, setelah melewati papan arah ini, kontur trek yang kulalui sudah jauh berbeda. Jika sebelumnya, trek yang kulalui hanya jalanan datar dan lurus, kali ini adalah jalan berkelok dan menanjak sudah terhampar di depan mata.

Lantaran sedikit-banyak, aku sudah hafal alur kelokan jalanan di sini, aku pun tak butuh waktu lama untuk menjejakkan kaki di tempat wisata yang mulai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sejak 2003 itu. Untuk bisa masuk ke dalam, aku harus menyiapkan uang sebesar Rp5.000.

Tentu saja, lokasi wisata ini tak akan kudatangi jika di dalamnya tak ada jalur treking. Hanya saja kali ini jalur treking yang ada sudah jauh lebih rapih. Namanya saja kebun buah, sepanjang perjalanan, kebun buah, hutan kecil, kolam pancing dan fasilitas outbond menjadi pemandangannya.Tak lebih dari 30 menit, trekingku pun berakhir. Di gardu pandang yang ada di puncak kebun itu pun ternyata sudah ada beberapa orang yang lebih dulu menjemput sunrise. "Inilah pemandangan favoritku," pikirku sambil menahan nafas yang semakin masih tersengal.


Di seberang pagar pembatas, gumpalan awan masih menyelimuti hamparan hijau yang tak lain itu adalah hutan Bantul. Beberapa titik bukit nampak menonjol menembus gumpalan putih yang mirip kapas itu. Beruntung, saat tiba di puncak kebun, aku masih sempat disapa oleh sunrise. Hangat cahaya matahari pagi berbaur dengan sejuk udara Mangunan. Memang, Bukit Mangunan berada di deretan Pegunungan Seribu dengan ketinggian 150-200 meter di atas permukaan laut.


Keterangan rute dan angkutan
Belum ada angkutan umum yang menuju Kebun Buah Mangunan sehingga bila ingin menuju tempat ini disarankan untuk menyewa kendaraan.
Jalan termudah untuk menuju Kebun Buah Mangunan adalah lewat Jl. Imogiri Timur. Dari Terminal Giwangan lurus saja ke selatan sampai pasar ambil jalan ke kiri, selanjutnya setelah polsek ambil kanan, dan ikuti petunjuk jalan yang sudah terpasang. Selain rutenya yang mudah dihafal, jalur ini termasuk masih sepi, sejuk, dan memiliki pemandangan hijau berupa sawah dan pepohonan rindang. Saat weekend banyak juga para pesepeda tangguh yang bersepeda melewati jalur ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar