Pesona Batu Kuning yang Mengepul
"Tak usah lewat Baturraden, ya," usul kawan saya saat kami merencanakan untuk piknik ke Pancuran Tujuh.
Memang, hampir semua orang yang ingin ke Pancuran Tujuh, di benaknya selalu terlintas lokawisata Baturraden.Tapi karena kami ini adalah traveller yang hobi tracking, kami ingin pergi ke Pancuran Tujuh tanpa harus melewati jalur mainstream yang banyak dilalui orang.
Kali ini kami pun memilih jalur di Dusun kalipagu, Desa ketenger Kec. Baturaden. Di sini, kami cukup bayar ongkos parkir sebesar Rp2.000 di rumah penduduk desa setempat. Bonusnya, sebelum memasuki desa, kami sempat disuguhi keindahan curug (air terjun) Bayan. Sesampainya di Dusun kalipagu, kami Cuma tinggal jalan kaki sampai ke Pancuran Tujuh. Tentu saja, karena masih melintasi rumah-rumah warga, tak ada satupun bea masuk yang menghadang kami.
Sedikit tips, bagi anda yang ingin treking ke Pancuran Tujuh via jalur ini, kami sarankan untuk berangkat lebih pagi. Pasalnya, jalur yang akan anda tempuh nantinya, lumayan panjang dan panas dengan medan sawah, ladang, dan kebun warga.
| Ini dia salah satu trek di sekitar PLTA Ketenger |
Setelah melintasi jembatan, langkah kaki pun menuntun kami memasuki area hutan. Tak lama berjalan, akhirnya kami pun menjumpai sebuah air terjun. "Hore. Kita sampai, bro," teriak kawanku.
Sepintas, air terjun itu mirip dengan Pancuran Tujuh. Itu terlihat dari bentuk batuannya yang berwarna kekuningan. Tapi, aku sendiri yakin, bahwa Pancuran Tujuh yang pernah kudatangi beberapa tahun lalu, bukan seperti ini bentuknya. "Bukan. Bukan ini," timpalku.
Yakin bahwa itu bukanlah tujuan kami, perjalanan pun dilanjutkan. Trek yang terus menanjak, terus kami lahap. Satu per satu tangga batu menjadi menu tanjakan kami. Pohon pinus dan sedikit eucalyptus serta aroma belerang perlahan mulai menusuk hitung, kami pikir, tujuan kami pun kian dekat.
Ternyata benar. Hamparan tujuh buah pancuran berupa lubang dari batu kuning mulai terlihat. Itulah Pancuran Tujuh. Sebagai informasi, Pancuran Pitu berasal dari bahasa Jawa, yang berarti air terjun yang berjumlah tujuh.
Tapi itu bukan berarti Pancuran Pitu berupa air terjun dengan ketinggian laiknya sebuah air terjun. Pancuran Pitu ternyata memiliki tinggi air tajuh sekitar 1 meter, yang menarik dari Pancuran Pitu adalah tujuh buah lengkungan air terjun yang tercipta akibat aliran air panas (belerang) secara terus menerus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar